Mobil listrik kian hari kian populer sejalan dengan isu global warming yang semakin mengkhawatirkan. Pabrikan mobil pun berlomba-lomba untuk mengembangkan dan memproduksi mobil yang menghasilkan zero emission tersebut. Apa sebenarnya perbedaan mobil listrik dengan mobil berbahan bakar minyak? dan apa keunggulan-keunggulan yang dimiliki dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak?


Perbedaan utama tentu saja terletak pada mesin dan sumber energi yang digunakan untuk menggerakan mesin tersebut. Pada mobil konvensional mesin yang digunakan adalah mesin pembakaran internal (internal combustion engines) yang digerakan oleh hasil pembakaran bahan bakar didalam ruang piston. Sedangkan mobil listrik menggunakan motor (dinamo) yang digerakan dengan arus listrik yang berasal dari baterai khusus yang dapat diisi ulang.


Keunggulan yang dimiliki oleh mobil listrik dibandingkan dengan mobil berbahan bakar minyak, antara lain:

Efisiensi. Mobil listrik mampu menempuh jarak 7 hingga 8 kilometer per kilowatt (asumsi 1 kilowatt Rp.1.100 maka 1 km setara dengan Rp. 137.5), sedangkan mobil konvensional membutuhkan 1 liter BBM untuk menempuh jarak 15 kilometer (asumsi 1 liter BBM Rp.4.500 maka 1 km setara dengan Rp.300)

Ramah Lingkungan. Mobil listrik tidak mengeluarkan gas buang sebagaimana pada mobil dengan mesin konvensional.

Kinerja Optimal. Motor listrik tidak menimbulkan panas berlebih, kebisingan dan getaran. Motor listrik bekerja lebih halus dengan kemampuan akselerasi yang lebih baik sehingga tidak membutuhkan perawatan ekstra seperti pada mobil-mobil konvensional.

Mengurangi Ketergantungan Energi. Tidak seperti bahan bakar minyak, energi listrik memiliki sumber yang relatif tidak terbatas.


Meskipun memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan mobil konvensional, mobil listrik sepertinya masih memiliki kekurangan yang harus dikembangkan, seperti jarak tempuh yang masih terbatas, proses pengisian baterai yang masih membutuhkan waktu lama dan harga baterai yang masih cukup mahal.


0 comments:

Post a Comment